You are here

Use Case: Setting Wildfire Evacuation Trigger Points

About the Author


Tom Cova and Phil Dennison, Department of Geography, University of Utah

Overview


Setting Wildfire Evacuation Trigger Points

A wildfire has ignited in proximity to a dense canyon community. The fire does not currently threaten the community, but incident commanders (ICs) have concern about whether the community may need to be evacuated should the wind speed increase over the next 24 hours, as expected. Based on a forward-looking scenario for the next 24 hours, they would like to set nested trigger points on the landscape that would initiate protective actions as the fire approaches the community. The first trigger point reached by the fire would result in an evacuation stand-by order, and the second trigger would result in an evacuation order. ICs will be using the Ready-Set-Go strategy where “ready” means there’s a fire in your area, “set” means to prepare to evacuate (i.e. stand-by) and “Go” means to evacuate.

Initial Status



Decision makers (not co-located), fire scouts at the on-site incident command center, community residents, CyberGIS decision support analyst.

Each of the decision makers has access to a shared map-based representation of the fire and area at risk. They need to collaborate to determine about how much time they think the community will need to prepare and subsequently evacuate in addition to how much time they might have available before the fire impacts the community given the short-term weather predictions.

Real world -- fire near an at-risk community, decision makers that are not together, scouts on the ground.
CyberGIS -- A fire-spread model and an evacuation trigger generator with grid computing power and a geo-collaborative interface for remote decision support.

Basic Flow


1. The decision makers review the situation through the map-based interface and provide a standby-time (e.g. 3 hours or warning) for the community and a minimum time (e.g. 2 hours of warning) for evacuating the community.

2. The CyberGIS analyst takes the current reported fire location, predicted weather for the next day, and expert estimates of evacuation times and computes a dynamic (short term) estimate of the trigger points for both standby and evacuation warnings.

3. The decision makers review the resulting trigger points and decide whether they are appropriate given the conditions of the community and fire.

4. The decision makers decide to set (or not set) the trigger points as computed, but if they are set then scouts on the ground will report when the triggers have been activated to the incident command center.

Post Conditions



The decision makers selected the trigger points and they were tripped or not tripped.

The decision makers did not set trigger points based on the CyberGIS analysis.

Alternative Flows



The decision makers ask for different weather predictions to be input into the system to test the sensitivity of the trigger points to changes in weather inputs as well as changes in the evacuation time estimates.
The results of the sensitivity analysis might be to: 1) not use the CyberGIS approach because of its heightened sensitivity in this scenario, or 2) to decide that the computed trigger points are sufficiently sound.

Comments

Bagi anda yang ingin mempromosikan website, anda bisa menggunakan jasa seo kami. Banyak alasan yang mengapa menggunakan jasa seo murah kami lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya, salah satunya adalah harga jasa seo yang terjangkau.

 

Bagaimana jasa pembuatan website bisnis yang sukses? Memasarkan produk secara online diyakini mampu mendorong bisnis. Ini karena jangkauannya yang luas. Situs Internet serta aplikasi mobile yang ditanamkan di gawai kini menjadi pilihan. Namun, dibutuhkan kejelian dalam merancangnya.

Jasa SEO Google memberikan sejumlah tip untuk merancang situs Internet dan aplikasi mobile. "Inti dari pemasaran online adalah meningkatkan kesadaran konsumen akan bisnis yang kita jalankan," ujar Industry Head Google Indonesia, Hengky Prihatna, di Jakarta, Rabu, 1 April 2015.

Hengky mengatakan, pebisnis dapat memulainya dengan merancang situs Internet. Kemudian dilanjutkan dengan membangun aplikasi mobile. Ini berkaitan dengan hal yang bersifat harga jasa seo. Tip pertama adalah memastikan situs atau aplikasi dapat didukung oleh berbagai perangkat dan sistem operasi. Sebabnya, bisa jadi pengguna masing-masing perangkat atau platform memiliki kebiasaan yang berbeda. "Sehingga harus bisa mewakili kebutuhan semua orang," kata Hengky. Kedua, strategi pemisahan antara konsep situs Internet dengan aplikasi mobile. Situs Internet dapat menonjolkan sisi komersil yang menampilkan berbagai informasi mengenai produk yang dijual.

Sedangkan aplikasi mobile dapat berfungsi sebagai media yang lebih simpel bagi konsumen dalam membeli barang. Ketiga, pastikan visibilitas dan daya tarik bagi pengguna. Kedua hal ini dapat ditentukan melalui tautan atau nama yang spesifik agar mudah ditemukan di mesin pencari. Jasa SEO Selanjutnya adalah kemudahan untuk menavigasikan menu-menu pada situs dan aplikasi. Hengky mencontohkan, penentuan letak pilihan menu merupakan hal yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mengakses situs dan aplikasi. Tip yang keempat adalah meningkatkan konversi pembelian barang.

Cara ini terdiri dari menyediakan pilihan untuk membeli produk, misalnya terhubung ke aplikasi pembayaran atau menu untuk berinteraksi dengan administrator. Jika seluruh tip sudah diterapkan, penjual hendaknya melakukan evaluasi. "Ini untuk mengetahui apakah ekseskusi tersebut berhasil atau tidak," kata Hengky. Adapun Co-Founder dan Commercial Director Tiket.com, Dimas Surya Yaputra mengatakan, situs Internet dan aplikasi mobile sangat penting untuk mengembangkan bisnis.

"Peranannya untuk mempertahankan pasar sekligus menarik pasar Harga Mobil Terbaru," ujar Dimas, di tempat yang sama. Dia mengatakan, keberadaan aplikasi mobile sangat menentukan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Saat ini, trafik akses Internet mobile terhadap Tiket.com sudah mencapai 40 persen. Trafik tersebut rupanya juga mendorong tingkat transaksi. Dimas enggan memerinci berapa persentase kenaikannya. Jasa SEO Indonesaia Dia melanjutkan, transaksi terbanyak masih berasal dari situs Internet. "Jumlahnya kini hampir seimbang antara transaksi dari situs dengan aplikasi mobile," kata Dimas.

 Sumber: Tempo